Monday, October 06, 2008

Nganterin Orang Mudik Baru Mudik

Di hari-hari terakhir puasa kemarin, saya ketibanan dapet tugas dari kantor untuk mensupervisi event Mudik Motor untuk para pelanggan dari kantor saya. Nah sebenernya banyak sekali layanan mudik bareng nya, salah satuny adalah mudik motor ini. Event ini diadakan 2 hari (Minggu dini hari dan Senin dini hari) Jumlah peserta mudik motor ini pada hari pertama benar-benar membludak, karena terjadi penumpukan pada jam 11 malam, sekitar 700 orang pengen berangkat pada jam ini. (PR taon depan peserta harus di spreading ke jam lain).
Setelah melihat-lihat ramai banyak sekali kejadian aneh, lucu dan luar biasa gak masuk akal. Dengan menempuh jarak yang jauh dan menggunakan sepeda motor dengan jumlah orang diatas motor tersebut 5 orang ditambah barang. Banyak juga anak-anak yang dibawah 3 tahun dibonceng naek motor. Saya sempat berfikir, dimanakah otak orang tua mereka? apakah mereka tidak berfikir dengan keselamatan anaknya?
Saya sempat terdiam setelah berfikir seperti itu, inikah cerminan bangsa ini yang dibilangin ke saya pada waktu SD bangsa yang kaya raya? Orang-orang yang mudik itu sebenernya mau saja naik mobil tapi yah apa daya, mereka hanya punya motor jadi mereka harus pulang dengan keadaan yang ada. Itu semua karena dukungan ekonomi.
Pada hari kedua saya melakukan supervisi ke Semarang. Setelah dipikir-pikir lagi saya ini dari Jakarta sudah dekat ke Palembang malah menjauh ke Semarang, jadi istilahnya nganterin orang mudik dulu. Fiuh... muacet e pol, dari Jakarta ke Cirebon aman terkendali, tapi setelah Cirebon sampe Brebes, wah merayap kaya cicak... luambat betul.
Tapi Pada tanggal 30 September 2008 akhirnya saya bisa juga pulang ke Palembang dari Semarang ke Jakarta terus ke Palembang. Saya cuma berharap moga-moga Indonesia semuanya mudik pake bus atau pake mobil terutama yang punya anak-anak kecil....