Internet pakai IM2
Saya mendapatkan tugas dari Om saya yang sedang membangun kost-kostan. Dia ingin di kost-kostanya itu dipasang Internet. Sebenarnya tugas ini diberikan sekitar 2 minggu yang lalu. Tapi karena kesibukan dan lain hal baru hari ini dan besok bisa terealiasi.
Dimulai dengan pertanyaan terhadap diri saya sendiri, pakai apakah untuk ISPnya, ada beberapa ISP yang masuk ke otak saya yaitu: Fastnet, Speedy, IM2.
Tidak jadi pakai Fastnet, karena di daerah kost-kostan om saya itu Fasnet-nya belum ada yang ada hanya Firstmedia TV Cablenya saja.
Tidak jadi pakai Speedy, karena di kost-kostannya itu tidak ada nomor telepon fixed line, dan jika mau minjem nomor tetangga itu tidak bisa dilakukan karena ketidak dekatan sang penunggu/pengurus kost-kostan tersebut dengan tetangganya.
Akhirnya pakai IM2, sama aja kaya ISP berbasis GSM lainnya error-error juga, tapi nilai tambahnya adalah harganya murah, Rp. 100.000 per bulan untuk pake broom unlimited dengan kecepatan 256 kbps. Akhirnya belilah saya kartu perdana IM2 Broom dan langsung saya aktifkan.
Lalu berikutnya tugas saya adalah mencari access point router + modem HSDPA. Akhirnya saya dapatkan di Ratu Plaza dengan harga Rp. 2 juta. Maka saya settinglah itu modem, huh setelah lama-lama berkutat pada WEP dan WAP akhirnya saya menggunakan WAP, gak tau artinya apa, tapi yang jelas di ubuntu saya ini berjalan.
Lalu isenglah saya untuk mengetest kecepatannya si IM2 ini. Dan inilah hasil kecepatannya:
Lalu timbulah pertanyaan lagi, kalau kecepatan internet ini di sharing untuk kost-kostan dengan jumlah kamar 14, apa yang terjadi yah? tapi yah klo dipikir2 mau pake apa lagi yang murah dan kencang gak ada di Indonesia. Jadi pesan saya untuk para penghuni kost, sabar yah.... :D
Dimulai dengan pertanyaan terhadap diri saya sendiri, pakai apakah untuk ISPnya, ada beberapa ISP yang masuk ke otak saya yaitu: Fastnet, Speedy, IM2.
Tidak jadi pakai Fastnet, karena di daerah kost-kostan om saya itu Fasnet-nya belum ada yang ada hanya Firstmedia TV Cablenya saja.
Tidak jadi pakai Speedy, karena di kost-kostannya itu tidak ada nomor telepon fixed line, dan jika mau minjem nomor tetangga itu tidak bisa dilakukan karena ketidak dekatan sang penunggu/pengurus kost-kostan tersebut dengan tetangganya.
Akhirnya pakai IM2, sama aja kaya ISP berbasis GSM lainnya error-error juga, tapi nilai tambahnya adalah harganya murah, Rp. 100.000 per bulan untuk pake broom unlimited dengan kecepatan 256 kbps. Akhirnya belilah saya kartu perdana IM2 Broom dan langsung saya aktifkan.
Lalu berikutnya tugas saya adalah mencari access point router + modem HSDPA. Akhirnya saya dapatkan di Ratu Plaza dengan harga Rp. 2 juta. Maka saya settinglah itu modem, huh setelah lama-lama berkutat pada WEP dan WAP akhirnya saya menggunakan WAP, gak tau artinya apa, tapi yang jelas di ubuntu saya ini berjalan.
Lalu isenglah saya untuk mengetest kecepatannya si IM2 ini. Dan inilah hasil kecepatannya:
Lalu timbulah pertanyaan lagi, kalau kecepatan internet ini di sharing untuk kost-kostan dengan jumlah kamar 14, apa yang terjadi yah? tapi yah klo dipikir2 mau pake apa lagi yang murah dan kencang gak ada di Indonesia. Jadi pesan saya untuk para penghuni kost, sabar yah.... :D



wkakaakakkaka,,
mending gak usah sekalian....
Posted by
ivn |
1:47 AM
ssttt :P
Posted by
podelz |
1:55 AM
broom tidak didesain untuk dishare deh. Boleh sih.. dishare.. tapi bakal ngosh-ngoshan :))
Posted by
dod |
8:14 AM
pasang perkamar aja pak, ga' usah di sharing
Posted by
budi |
9:57 PM
@dod: yah demi efisensi budget :D
@budi: per kamar mending pasang ISP yang kenceng aja, jumlah kamarnya ada 20
Posted by
podelz |
9:15 AM
klo di share ke kamar - kamar yang lain, cara nya gimana bro ?
Posted by
tegrex |
1:58 PM
@tegrex: aku udah churn :P
Posted by
podelz |
1:58 PM