Monday, November 17, 2008

Mobile Advertising

Media informasi dewasa ini sangatlah bervariatif, mulai dari media yang cukup familiar seperti Koran, televisi, ataupun Radio sampai dengan internet dan handphone. Memang internet saat ini dihitung masih baru dan terus berkembang seiiring dengan pengguna internet yang juga terus berkembang.

Untuk media handphone atau saat ini yang lebih dikenal sebagai mobile advertising, adalah media yang sangat baru sekali, dimana perusahaan mengiklankan produk mereka melalui fasilitas-fasilitas yang ada dalam dunia telekomunikasi. Fasilitas-fasilitas yang dipakai kebanyakan adalah VAS (Value Added Services) seperti SMS, MMS, RBT.

Mobile Advertising ini sangatlah di control oleh operator-operator seluler atau oleh perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi dan content seperti content provider. Untuk mendapatkan ini, si Advetiser (pengiklan) melakukan kerja sama dengan operator seluler atau content provider untuk menempatkan materi iklan mereka ke layanan-layanan yang ada, selain itu juga si pengiklan dapan menentukan segment yang lebih jelas kepada siapa barang ini akan di jual, karena di dalam perusahaan telekomunikasi memiliki data demografi (yang tidak lengkap) dari pelanggan mereka (ingat registrasi 4444).

Tentu saja tidak semua orang bisa dan mau dikirimi iklan-iklan  seperti spam ini, sebelum mengaktifkan layanan ini operator harus meminta persetujuan dari pelanggan terlebih dahulu.

7 comments:

Toni @ Navinot.com said...

Wah, jangan sampe deh ngepush iklan lewat SMS. Sudah cukup spam tak berguna itu. Tidak cerdas, tidak efektif, menghabiskan resource saja. Belum lagi cemoohan dari konsumen. Satu dua SMS, tak terasa konsumen akan memendam kebencian. Dan di saat yang tepat, kompetitor bisa memanfaatkan kebencian yang terakumulasi ini untuk mencuri konsumen.

Mending tarif data dimurahin, buatlah konsumen berinisiatif menarik dari dari operator. Di situ baru mulai beriklan.

Hobi orang Indonesia "gitu aja kok repot", sering dipakai hantam kromo. jadinya malah repot sendiri. Hahahaha. Ayo tulis lagi lebih jauh tentang mobile advert Del.

podelz said...

Yups, mungkin tidak bisa disalahkan dari operatornya juga, terkadang konsumen hanya mencoba-coba tanpa mengetahui dulu bahwa sebenernya ada agreement dulu dengan operatornya. Dan regulasi juga sudah membatasi untuk meng-SMS maximum 2 kali dalam sehari.
Selain itu saat ini BTel telah mengincludekan RBT mereka sebagai media mobile ads.

Maskoko said...

Kayaknya harus ada UU untuk Mobile advertising , supaya ga' ganggu orang :)

budi said...

"sebelum mengaktifkan layanan ini operator harus meminta persetujuan dari pelanggan terlebih dahulu."

itu yang seharusnya dilakukan

bambangsriwijonarko said...

Salam kenal mas........Lagunya sama kok.......AU = AD
Maaf sy balas disini krn reply di WONG KITO cuma dibatasi 10 kali katanya

lydia.octarina@gmail.com said...

salam kenal mas..

secara kebetulan saya mampir di blog ini :)

berbicara tentang mobile advertising, saat ini sudah ada mobile advertising yang sifatnya tidak mengganggu pengguna telepon selular, justru pengguna telepon selular malah akan diuntungkan.

cara kerjanya ialah iklan akan tayang pada layar ponsel dalam bentuk gambar visual pada saat incoming call serta incoming message.

subscriber (istilah bagi pengguna ponsel yang menerima iklan) akan menerima poin atas setiap penayangan iklan yang akan diakumulasikan secara otomotatis. manfaat langsung yang akan diterima oleh subscriber ialah bahwa akumulasi poin tersebut dapat ditukarkan secara langsung kepada pulsa elektronik langsung dari ponsel masing-masing.

untuk fiturnya dan informasi yang lebih lanjut bisa diliat di www.utones.biz. kebetulan aku kerja disana juga :) *hihii.. sekalian promosiin.. tp coba diliat deh, sangat menarik.. ;p

somebody said...

酒店經紀人,菲梵酒店經紀,酒店經紀,禮服酒店上班,酒店小姐,便服酒店經紀,酒店打工,酒店寒假打工,酒店經紀,酒店經紀,專業酒店經紀,合法酒店經紀,酒店暑假打工,酒店兼職,便服酒店工作,酒店打工經紀,制服酒店經紀,專業酒店經紀,合法酒店經紀,酒店暑假打工,酒店兼職,便服酒店工作,酒店打工,酒店經紀,制服酒店經紀,酒店經紀