« Home | Kekuatan Tagline terhadap Presepsi (Berkaca Pada V... » | IM2, Flash, XL Broadband itu Tidak Harus di Jaring... » | Detik.com versi mobile » | Internet sebagai Kehidupan Sosial » | Masjid Kubah Emas » | KASKUS di Koran Kompas » | Wisata Kuliner Di Makassar » | Dedikasi Seorang Interviewer Market Research » | Dari Bundaran Hotel Indonesia sampai Lapangan Kare... » | My Facebook Account Error » 

Monday, December 22, 2008 

Di Audit!!!!-!

Akan di audit, itulah kata-kata yang cukup mengerikan di kalangan pekerja kantoran, ntah kenapa mereka bisa merasakan takut. Kemarin saya ikut audit pada awalnya merasa biasa-biasa saja, karena selama ini saya merasa mengikuti prosedur yang ada dalam SOP perusahaan, dan saya rasa menjadi tidak masalah.
Ternyata setelah saya melaluinya, saya pulang dengan rada-rada bete, ntah kenapa, padahal pertanyaan auditornya memang telah sesuai dengan etika pekerjaannya, dan benar-benar mengecheck apa yang seharusnya di check.
Yang saya bete-kan adalah cara dia bertanya, mengapa sih dia harus bersikap dan bertampang sinis terhadap orang yang di audit. Cara dia bertanya seolah-olah menujukkan bahwa kita itu musuh mereka dan menjatuhkan sekali. Apakah salah satu persyaratan untuk menjadi auditor adalah seperti itu?
Selain itu ke-pede-an si bapak auditor yang luar biasa, beliau itu terkesan sangat percaya diri sekali, dengan gayanya yang cuek bebek dia masuk ke ruangan orang-orang yang bekerja (bukan di tempat saya audit) dan teriak-teriak ada yang bisa bantu saya???. Weh.... apakah percaya diri yang sangat tingi adalah syarat untuk menjadi auditor jg???
ah terlepas dari itu semua, saya berhasil melaluinya dengan baik tanpa ada temuan-temuan dari bapak auditornya.

NB: tulisan ini dibuat spesial untuk bapak yang mengaudit saya :P.

Emank begitu.. dan gitulah :)

Mereka merasa penting dan waktu adalah uang.. karena mereka audit hrus cepet dan supaya orang keliatan takut dan buru-buru ngaku pertanyaan mereka.

Post a Comment
-->

Shoutbox

Plurk

Banner

Site Meter
Komunitas Blogger WongKito

Pernah Ngutang di KANTINMILAN

Survey untuk Research
Powered by Blogger
and Blogger Templates