Monday, April 13, 2009

Pelesiran ke Ujung Genteng

Jalan-jalan ke Ujung Genteng mewarnai liburan panjang saya. Yah Ujung Genteng, sebuah daerah (ntah daerah disini maksudnya kecamatan, desa ataupun hanya sebuah nama jalan) di Sukabumi yang memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 6 jam ini, memberikan makna tersendiri bagi saya.
Saya pergi kesini bersama 6 orang teman saya. Kami berangkat sekitar pukul setengah delapan pagi. Karena hari itu adalah hari Jumat, kamipun singgah sebentar untuk beribadah dan juga meluruskan pinggang yang sudah terasa pegal sambil ditemani Pop Mie yang nikmat.
Perjalanan kami lanjutkan. Ketika memasuki Jalan Ujung Genteng, kami disambut oleh pohon-pohon kelapa yang tersusun rapi yang oleh penduduk setempat dipergunakan sebagai mata pencaharian dengan mengambil nirah dari kelapa tersebut.
Kurang lebih 10 menit melalui perkebunan kelapa, kami mulai masuk ke daerah pantai. Pada waktu memasuki Jalan Ujung Genteng tersebut kami di jemput oleh seorang lelaki yang bernama Pak Rahmat. Pak Rahmat inilah yang nantinya akan menjadi tour guide. Pak Rahmat ini sebenarnya adalah orang yang ditugaskan untuk menjaga rumah yang akan kami tempati. Rumah tersebut dikasih nama yaitu Linda (mungkin bukan rumah kali yah, tapi tempat penginapan).

Kembali memasuki daerah pantai, dengan di temani oleh Pak Rahmat kami diantar menuju tempat penginapan Linda. Pertama kali saya mengira, tempat penginapan tersebut letaknya tidak jauh dari bibir pantai, dan memang benar adanya, tapi karena disana banyak pantai, cottage ini tempatnya cukup jauh dari pantai pertamayang kita temui.

Alang rintang kami lalui dengan menggunakan kendaraan beroda empat. Singkat cerita sampailah tempat penginapan kami. Dan ternyata pantai di dekat tempat penginapan ini adalah pantai dimana para penyu di lindungi.



Setelah berisitirahat sejenak, pada pukul 5 sore kami berangkat menuju ke pantai, dan disana kami ikut melepas penyu. Wah sebuah kesenangan yang luar biasa bias melepas penyu di lautan luas. Sebelum melepas penyu, kami sempat melihat-lihat keadaan pantai yang pasirnya lembut (itu sebabnya penyu suka bertelur disini, kata koordinator dinas kelautan yang saya lupa tanya namanya:D) dan juga ombaknya besar. Saya melihat ada bule yang sedang surfing disana, dan pertanyaan muncul, gimana cara bule itu surfing padahal di bibir pantainya banyak karang? Kata Pak Rahmat, yah mas itu kan sudah kerjaan mereka. Weleh...

Senja pun tiba kami kembali ke Tempat penginapan, disini kami mendapatkan service makan malam sebuah ikan bakar yang rasanya mak jleb-jleb (saya kasih nilai 9 lah untuk skala 10). Ditambah dentan sayur kangkung dan juga Udang asam manis... Tak lama kemudian kami bersiap-siap untuk melihat si Ibu Penyu.

Penyu memang bertelur pada malam hari, dia takut akan cahaya, makanya kami tidak boleh membawa senter ke lokasi. Dengan menggunakan ojek akibat becek, kami menuju lokasi. Disanalah untuk pertama kalinya saya melihat kura-kura yang sangat berat dan besar dan ternyata itu adalah penyu. Saya langsung teringat gurunya son go ku (hallah... gak penting). Jumlah telur nya 90 yang dihasilkan oleh si penyu. Menurut Pak Rahmat dan Orang Dinas Kelautan disitu penyu memang agak sepi pada bulan ini, tapi dia akan ramai setelah bulan Agustus. Kamipun kembali ke tempat penginapan dan beristirahat ditemani suara jangkrik dan juga pukulan dari teman-teman yang ditujukan kepada sahabat malam kami yaitu NYAMUK!.

Pagi hari yang cerah, kami bangun melihat sunrise yang muncul dari ujung sawah dilanjukan dengan makan pagi (yang biasa saja). Lalu setelah beres semua kami berencana langsung pulang. Eit... tunggu dulu sebelum pulang kami masih berjalan-jalan ke air terjun Cikaso.


Tiga buah air jatuh dari ketinggian yang menunjukkan keindahan alam yang luar biasa. Untuk menuju kesana, kami harus menggunakan sebuah perahu nelayan (atau dalam bahasa palembang sering disebut ketek) selama 5 menit.
Yah tentunya karena keindahan alam ini, jiwa narsis dari kamipun keluar, kami sibuk berfoto-foto di sini :D.
Perjalanan pulang dilanjutkan. Sekitar 4 jam kami melalui bebukitan di daerah Jawa Barat yang menunjukkan keindahan alam Indonesia yang patut diacungi banyak jempol. Yang belum kesana marilah kesana, dan rasakan sensasinya!!!!!

14 comments:

Landhes said...

Wah keren banget tempatnya...
ngidam dari dulu kesana buat hunting foto tapi belum kesampean..
Semoga kapan2 bisa deh kesampean ke ujung genteng

Salam Kantinmilaners

Aris P said...

Mantep Del. jadi pingin kesana. Tapi kapan ya....

co-that said...

gak ngajak2 ci nok nas keleng ci!!

klikharry said...

nice blog :)
salam kenal dari klikharry

niken said...

ga ngajak2..huh!

ridhobustami said...

keren2 om.....
mantap2 inpo2nye
matur nuhun....

sun said...

kalau ada yang mau ke UG, ke

sunburstadventure.com

mereka rutin tiap bulan ke ujung genteng

Wilchan said...

ternyata di Indonesia masih byk tempat jalan2 yg indah dan menarik! mantap gan!

stromberg said...

coba ditambahain foto2 tentang jalan menuju kesana pak. jadi kita bisa estimasi bawa mobil apa, sedan minibus apa jeep. tapi sepertinya kijang dan sejenisnya bisa yaah?

podelz said...

hehe... maaf mas gak sempat foto-foto pas di jalannya... huehuehue.. iya pake kijang bisa, kita waktu itu pake inova kok.

novi said...

Mas, ada nomor telepon penginapan linda itu gak? Mohon dibagi ya..
Btw, tarif penginapannya berapa?
Thank a lot ...

novi said...

Mas, ada nomor telepon penginapan linda itu gak? Mohon dibagi ya..
Btw, tarif penginapannya berapa?
Thank a lot ...

podelz said...

waduh lupa e mbak.. aku dulu di pesenin temenku.. tak tanya orangnya bilang dia juga ilang contactnya...

Anonymous said...

Gan,, ada No telf ga..??
InsyaAllah ane ma tmn2 tgl 26 mau ke situ. and nginep. ada contact person cottagenya ga..?? No ane gan biar cepet aja 93282757